Related Penyebab M3nstruasi Terlalu lama, Ini Solusinya! | INTISARI9 Penyebab M3nstruasi Terlalu lama, Ini Solusinya! | INTISARI9

Penyebab M3nstruasi Terlalu lama, Ini Solusinya!


IntiSari9 - Ada saatnya m3nstruasi tak lagi kompromi, betapa gelisahnya ketika seorang wanita mengalami m3nstruasi tidak seperti biasanya. Bayangkan, ketika d4r4h h4id menetes (mengalir) melebihi bilangan minggu, bahkan lebih sebulan. Bagaimana kegundahannya ? Tanyakan rasanya …

Seorang gadis SMU didampingi ibundanya, tertunduk malu ketika menceritakan bahwa m3nstruasinya berlangsung hampir 3 minggu. Tidak seperti biasa, yang rata-rata berlangsung sekitar 5-7 hari. Sebelumnya, si gadis mulai gelisah saat m3nstruasi tidak berhenti hingga menginjak minggu kedua. Curhat kepada teman sebaya tidak melegakan lantaran sama-sama tidak mengerti seluk beluk m3nstruasi. Seperti biasa, beragam anjuran diterima si gadis sebagai “usaha” menghentikan m3nstruasi yang kali ini tak mau kompromi.

Wanita muda kinyis-kinyis berusia sekitar 25 tahun mengeluh:

m3nstruasi saya sudah 3 minggu lebih, hampir sebulan. Selama itu tidak berhubungan ( dengan suami, sampai-sampai tidak sholat 🙁 (. Kami belum punya anak. Apakah ada kelainan kandungan misalnya tumor ? Apakah kandungan turun ? Apakah bisa punya anak ?

JAWABAN SINGKAT:

1. Belum tentu (sebagian besar tidak), sebaiknya tetap periksa.
2. Tidak. Kandungan tidak turun. Turun kemana ?
3. Bisa, jika keduanya subur dan atas ijin Tuhan YME

Ibu muda menggendong bayi masuk ruang praktek, lalu berujar:
Saya mengalami m3nstruasi 19 hari, kadang sedikit kadang banyak. Sebelumnya tidak pernah mengalami seperti ini. Sudah ke spesialis kandungan dan periksa USG (ultrasonografi), bilang dokter kandungan tidak ada kelainan. Waktu saya tanya, katanya gangguan keseimbangan …*lupa*. Dan saat saya tanya lagi apakah ada hubungannya dengan spiral, dokter kandungan mengatakan mungkin iya mungkin tidak. Kalau setelah minum obat masih perd4r4han, rencananya kuret. Yang benar yang mana?

JAWABAN SINGKAT:

Benar semua. Memang demikianlah urutannya.

Seorang ibu berusia sekitar 55 tahun panik ketika m3nstruasi berkepanjangan hampir 6 minggu (wuih, 1,5 bulan) 🙁 ( dan beliau mengatakan bahwa sebelumnya m3nstruasi tidak teratur, sedikit dan singkat. Setelah pengobatan masih perd4r4han, dilakukan kuret oleh dokter spesialis kandungan sampai 2 kali. Kuret pertama menunjukkan hasil pemeriksaan patologi anatomi (pemeriksan mikroskopis) tidak didapatkan tanda-tanda keganasan. Ketika masih perd4r4han, dilanjutkan dengan kuret kedua. Alhamdulillah, perd4r4han berhenti.

Empat contoh kasus di atas menunjukkan bahwa m3nstruasi berkepanjangan bisa menimpa wanita mulai remaja (sudah m3nstruasi) hingga pre-menopause (menjelang berakhirnya masa m3nstruasi). Sekitar 20% bisa dialami oleh wanita remaja dan wanita muda, sedangkan 40% pada wanita paruh baya (usia lebih 40 tahun) *by Alien*

Obesitas (terlalu gemuk), pekerjaan berat dan stress diduga ikut berperan terjadinya menometrorrhagia (m3nstruasi berkepanjangan)

GAMBARAN UMUM

Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB) adalah penyebab tersering terjadinya perd4r4han rahim abnormal pada wanita di usia reproduksi. Diagnosa Dysfunctional Uterine Bleeding dapat ditegakkan bila tidak ditemukan kelainan organ.

PENGERTIAN

Dysfunctional uterine bleeding (DUP) atau perd4r4han uterus disfungsional adalah perd4r4han abnormal yang dapat terjadi di dalam siklus maupun di luar siklus m3nstruasi, karena gangguan fungsi mekanisme pengaturan hormon (otak-indung telur-rahim), tanpa kelainan organ.

SIKLUS NORMAL

Siklus m3nstruasi normal terjadi setiap 21-35 hari dan berlangsung sekitar 2-7 hari.
Pada saat m3nstruasi, jumlah d4r4h yang hilang diperkirakan 35-150 ml, biasanya berjumlah banyak hingga hari kedua dan selanjutnya berkurang sampai m3nstruasi berakhir. *Nedra Dodds, MD, 2006*

BAGAIMANA TERJADINYA ?

Secara garis besar, kondisi di atas dapat terjadi pada siklus ovulasi (pengeluaran sel telur/ovum dari indung telur), tanpa ovulasi maupun keadaan lain, misalnya pada wanita premenopause (folikel persisten).

Sekitar 90% perd4r4han uterus difungsional (perd4r4han rahim) terjadi tanpa ovulasi (anovulation) dan 10% terjadi dalam siklus ovulasi.

Pada siklus ovulasi.

Perd4r4han rahim yang bisa terjadi pada pertengahan m3nstruasi maupun bersamaan dengan waktu m3nstruasi. Perd4r4han ini terjadi karena rendahnya kadar hormon estrogen, sementara hormon progesteron tetap terbentuk.

Pada siklus tanpa ovulasi (anovulation)

Perd4r4han rahim yang sering terjadi pada masa pre-menopause dan masa reproduksi. Hal ini karena tidak terjadi ovulasi, sehingga kadar hormon estrogen berlebihan sedangkan hormon progesteron rendah. Akibatnya dinding rahim (endometrium) mengalami penebalan berlebihan (hiperplasi) tanpa diikuti penyangga (kaya pembuluh d4r4h dan kelenjar) yang memadai. Nah, kondisi inilah penyebab terjadinya perd4r4han rahim karena dinding rahim yang rapuh. Di lain pihak, perd4r4han tidak terjadi bersamaan. Permukaan dinding rahim di satu bagian baru sembuh lantas diikuti perd4r4han di permukaan lainnya. Jadilah perd4r4han rahim berkepanjangan.

G E J A L A

Perd4r4han rahim yang dapat terjadi tiap saat dalam siklus m3nstruasi. Jumlah perd4r4han bisa sedikit-sedikit dan terus menerus atau banyak dan berulang.
Kejadian tersering pada menarche (atau menarke: masa awal seorang wanita mengalami m3nstruasi) atau masa pre-menopause.

FAKTOR PENYEBAB

Hingga saat ini penyebab pasti perd4r4han rahim disfungsional (DUB) belum diketahui secara pasti. Beberapa kondisi yang dikaitkan dengan perd4r4han rahim disfungsional, antara lain:
  • Kegemukan (obesitas)
  • Faktor kejiwaan
  • Alat kontrasepsi hormonal
  • Alat kontrasepsi dalam rahim (intra uterine devices)
  • Beberapa penyakit dihubungkan dengan perd4r4han rahim (DUB), misalnya: trombositopenia (kekurangan trombosit atau faktor pembekuan d4r4h), Kencing Manis (diabetus mellitus), dan lain-lain
  • Walaupun jarang, perd4r4han rahim dapat terjadi karena: tumor organ reproduksi, kista ovarium (polycystic ovary disease), infeksi vagina, dan lain-lain.


D I A G N O S A

Untuk menegakkan diagnosa, langkah-langkahnya dalah sebagi berikut:

Wawancara atau anamnesa (sudah dibahas, masih ingat kan?).
Wawancara harus cermat nih. Pertanyaan yang perlu diajukan: kapan usia mulai m3nstruasi (menarche), siklus setelah mengalami m3nstruasi, jumlah dan lamanya m3nstruasi, dan … maaf, sambil menilai status emosinya. oleh karena itu, bagi wanita yang mengalaminya dianjurkan untuk menceritakan apa adanya. Wis to, jangan malu-malu.

Pemeriksaan (masih ingat juga kan, jenis-jenis pemeriksaan?) *kayak ujian aja* )
* Pemeriksaan umum. Ditujukan untuk mengetahui berbagai kemungkinan penyebab terjadinya perd4r4han rahim.
* Pemeriksaan organ reproduksi (ginekologis)

Pada pemeriksaan khusus ini, ditujukan untuk:

* Menyingkirkan kemungkinan kelainan organ sebagai penyebab perd4r4han abnormal, misalnya: perlukaan, polip leher rahim, infeksi, abortus, tumor, dan lain-lain.
* Menegakkan diagnosa dengan kuret (gadis TIDAK lho)

P E N G O B A T A N

Setelah menegakkan diagnosa (diagnosis?, mohon koreksi) dan setelah menyingkirkan berbagai kemungkinan kelainan organ, teryata tidak ditemukan penyakit lainnya, maka langkah selanjutnya adalah melakukan prinsip-prinsip pengobatan sebagai berikut:
  • Menghentikan perd4r4han.
  • Mengatur m3nstruasi agar kembali normal
  • Transfusi jika kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 8 gr%.


1. MENGHENTIKAN PERD4R4HAN

Langkah-langkah upaya menghentikan perd4r4han adalah sebagai berikut:

Kuret (curettage).

Hanya untuk wanita yang sudah menikah. Tidak bagi gadis dan tidak bagi wanita menikah tapi “belum sempat dicicipi”. *halah, mesum* (begini lho, misalnya sudah dijadwalkan menikah, ndilalah sebelum menikah koq ya datang m3nstruasi dan berkepanjangan. Apa ya rela dikerok pakai sendok istimewa eh kuret ding)

O b a t (medikamentosa)

1. Golongan estrogen.
Pada umumnya dipakai estrogen alamiah, misalnya: estradiol valerat (nama generik) yang relatif menguntungkan karena tidak membebani kinerja liver dan tidak menimbulkan gangguan pembekuan d4r4h. Jenis lain, misalnya: etinil estradiol, tapi obat ini dapat menimbulkan gangguan fungsi liver.

Dosis dan cara pemberian:

* Estrogen konyugasi (estradiol valerat): 2,5 mg diminum selama 7-10 hari.
* Benzoas estradiol: 20 mg disuntikkan intramuskuler. (melalui bokong)
* Jika perd4r4hannya banyak, dianjurkan nginap di RS (opname), dan diberikan Estrogen konyugasi (estradiol valerat): 25 mg secara intravenus (suntikan lewat selang infus) perlahan-lahan (10-15 menit), dapat diulang tiap 3-4 jam. Tidak boleh lebih 4 kali sehari.

2. Obat Kombinasi
Obat golongan ini diberikan secara bertahap bila perd4r4hannya banyak, yakni 4×1 tablet selama 7-10 hari, kemudian dilanjutkan dengan dosis 1×1 tablet selama 3 hingga 6 siklus. *wuih, lamanya*

3. Golongan progesteron
Obat untuk jenis ini, antara lain:

* Medroksi progesteron asetat (MPA): 10-20 mg per hari, diminum selama 7-10 hari.
* Norethisteron: 3×1 tablet, diminum selama 7-10 hari.

2. MENGATUR M3NSTRUASI AGAR KEMBALI NORMAL

Setelah perd4r4han berhenti, langkah selanjutnya adalah pengobatan untuk mengatur siklus m3nstruasi, misalnya dengan pemberian:

Golongan progesteron: 2×1 tablet diminum selama 10 hari. Minum obat dimulai pada hari ke 14-15 m3nstruasi.
Transfusi jika kadar hemoglobin kurang dari 8 gr%.
Yang ini, mau tidak mau nginap di Rumah Sakit atau klinik. Oya, hampir ketinggalan, sekedar diketahui, sekantong d4r4h (250 cc) diperkirakan dapat menaikkan kadar hemoglobin (Hb) 0,75 gr%. Ini berarti, jika kadar Hb ingin dinaikkan menjadi 10 gr% maka kira-kira perlu sekitar 4 kantong d4r4h.

PRAKIRAAN HASIL PENGOBATAN (PROGNOSIS)

Hasil pengobatan bergantung kepada proses perjalanan penyakit (patofisiologi)

* Penegakan diagnosa yang tepat dan regulasi hormonal secara dini dapat memberikan angka kesembuhan hingga 90 %.
* Pada wanita muda, yang sebagian besar terjadi dalam siklus anovulasi, dapat diobati dengan hasil baik, or sukses.

Istilah seputar perd4r4han abnormal

Beberapa istilah penting terkait Perd4r4han abnormal rahim, antara lain:
  1. Menorrhagi: perd4r4han rahim lebih 7 hari atau jumlah perd4r4han yang berlebihan (lebih dari 80 ml per hari)
  2. Metrorrhagia: perd4r4han rahim (biasanya dalam jumlah normal) yang terjadi dengan interval waktu tidak teratur atau lebih panjang.
  3. Menometrorrhagia: perd4r4han rahim yang berlebihan dalam jumlah dan lamanya perd4r4han, dapat terjadi dalam periode m3nstruasi maupun di antara periode m3nstruasi.
  4. Interm3nstrual bleeding (spotting): perd4r4han rahim yang bervariasi dalam hal jumlahnya (biasanya sedikit) pada periode m3nstruasi.
  5. Polymenorrhea: m3nstruasi yang terjadi dengan interval kurang dari 21 hari.
  6. Olygomenorrhea: m3nstruasi yang terjadi dengan interval antara 35 hari hingga 6 bulan.
  7. Estrogen: hormon reproduksi wanita, yang selama siklus m3nstruasi menghasilkan lingkungan yang sesuai untuk fertilisasi, implantasi dan pemberian zat makanan pada permulaan embrio.

Progesteron: hormon yang berfungsi mempersiapkan rahim untuk menerima dan mengembangkan sel telur.

PERMASALAHAN

Mengingat perd4r4han rahim bagi wanita muslim berkaitan erat dengan masalah peribadatan, khususnya dalam hal fiqih (hukum), maka perlu keterlibatan berbagai pihak terutama kalangan medis dan ahli fiqih untuk membahasnya. Perlu diingat bahwa pembahasan fiqih akan memunculkan khilafiyah (perbedaan pendapat), terkait soal waktu suci. Maksudnya, “waktu” (kapan sih?) seorang wanita dengan perd4r4han rahim sudah dianggap wajib melaksanakan ibadah kendati yang bersangkutan masih mengalami perd4r4han.
Selamat berbagi, semoga bermanfaat.

Bacaan:

* Pedoman Diagnosis dan Terapi Lab Ilmu Kebidanan dan Kandungan, RSUD dr. Soetomo, Surabaya
* Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB), Nedra Dodds. MD, Emory Adventist Hospital, 2006

Catatan penting:

* Penulisan obat, dosis dan cara pemberian, dimaksudkan sebagai sharing informasi dan sedikit tambahan pengetahuan. Bukan untuk mengobati diri sendiri.
* Jika mengalami masalah semacam ini (moga tidak), dianjurkan konsultasi dan memeriksakan diri kepada dokter setempat atau dokter ahli kandungan (jika ada).



sumber : bacaanmuslimah
Penyebab M3nstruasi Terlalu lama, Ini Solusinya! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Teuku Opa Ardiansyah

0 komentar:

Posting Komentar