Related Sempat Hebohkan Dunia Maya, Begini Nasib Bripka Seladi Sekarang | INTISARI9 Sempat Hebohkan Dunia Maya, Begini Nasib Bripka Seladi Sekarang | INTISARI9

Sempat Hebohkan Dunia Maya, Begini Nasib Bripka Seladi Sekarang


IntiSari9 - Apa kabar Bripka Seladi? Setelah Sempat Jadi Bahan Pemberitaan di Media dan Dunia Maya, Kami Mendatangi Bripka Seladi lagi, Lalu Menemukan Fakta ini.

'Aja njiwit wong, lek awakmu dijiwit wong liya sik krasa lara" yang arti bebasnya jangan mencubit atau menyakiti orang jika merasa jika dicubit/disakiti itu terasa sakit.

Prinsip hidup inilah yang dipegang Bripka Seladi, dan diturunkan kepada anak-anaknya.

"Saya ini orang ndesa, dan selalu mengingatkan prinsip itu kepada anak-anak saya," ujar Seladi dalam perbincangan di sebuah sore di rumahnya, Jalan Gadang Gang VI, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Berbincang bersama Seladi, selalu ada selingan kata mutiara dan prinsip hidup di tengah celetukan humor polisi cum pemulung itu.

Ketika menyebut Polisi Seladi, konsumen berita tentu mengingatnya sebagai polisi yang juga menjadi pemulung dan pebisnis sampah.

Namanya mencuat sebulan terakhir karena pemberitaan di beberapa media. Beberapa kali,

Seladi juga tampil mengisi acara di televisi nasional.

Tak pelak, bertemu Seladi kembali harus menyesuaikan dengan jadwal undangannya ke beberapa stasiun televisi dan perguruan tinggi di luar kota.

Surya Malang berbincang lagi dengan Seladi dan keluarganya, satu hari menjelang keberangkatannya ke Jakarta untuk mengisi acara di sebuah televisi dan sebuah perguruan tinggi di Jawa Barat.

Saat digoda bahwa Seladi kini sudah menjadi artis, laki-laki tiga anak itu hanya tertawa sambil menampik sebutan itu.

Menurutnya apa yang dia jalani semuanya karena kuasa Gusti Allah.

"Saya biasa saja, ini semua karena kuasa Gusti Allah, saya jalani asalkan mulut dan hati sama, wis pokoke tenang thok ae," katanya.

Seiring terkenal dirinya, Seladi makin mawas diri.

Ia menyebut harus makin tua pikirannya, sebab pemberitaan di media menyematkan kata-kata antara lain 'polisi jujur', 'polisi teladan'.

"Tentu membuat saya makin mawas diri, pikiran saya harus semakin tua," tegasnya.

Kini setiap langkahnya diperhatikan orang. Ia harus mawas diri dan berhati-hati agar tetap bisa memberi contoh kepada orang di sekitarnya.

Seladi selalu kembali kepada prinsip hidupnya, bahwa dia tidak ingin menyakiti orang lain karena tidak ingin disakiti.

Prinsip hidup ini bermakna luas bagi diri dan pekerjaannya.

Pengertian tidak menyakiti orang lain salah satunya tidak memeras dan tidak korupsi.

Setiap manusia, katanya, mengetahui mana sesuatu yang baik dan buruk, hitam dan putih.

Manusia yang memiliki akal sehat berkewajiban memilah dan memilihnya.

"Kita ini mau memilih yang hitam atau yang putih.

Semau manusia hidup itu dikasih senjata, termasuk untuk memilah dan memilih mana yang baik dan buruk, hitam dan putih.

Kalau banyak orang memilih putih, yang hitam ini akan tersingkir kok. Ilmunya juga sabar, kesabaran itu penting," tegasnya.

Prinsip itulah yang ia ugemi selama puluhan tahun menjadi polisi, dalam suka dan duka.

Dalam keadaan kurang secara finansial, Seladi memilih tidak memanfaatkan profesinya sebagai polisi.

Tahun 2001 merupakan masa sulit bagi Seladi. Kondisi keuangannya morat-marit.

Utangnya menumpuk. Usaha yang dilakoninya di sela-sela bekerja sebagai polisi tidak membuatkan keuntungan.

Gajinya sebagai polisi tidak mampu menutupi utang dan kebutuhan keluarganya.

Ketika itu, ia sudah bekerja di Urusan SIM kantor Satpas Polres Malang Kota.

Seladi memilih jalan lain, untuk menutupi kebutuhan keluarganya.

Ia tidak mau menerima pemberian orang yang menjalani ujian SIM.

Jika ia mau, orang-orang yang lulus ujian kerap memberikan ucapan terimakasih.

Belum lagi orang yang gagal ujian, dan 'merayu' petugas untuk meloloskan mereka demi selembar SIM.

"Hanya saja itu bertentangan dengan hati nurani saya," katanya.

Seladi pun kerap menampik secara halus pemberian mereka. Ia bercerita cara menampik uang pemberian pencari SIM yang lolos ujian.

Seladi bercerita, pernah suatu waktu seorang WNA lolos mengikuti ujian SIM.

Ia kemudian menyodorkan uang Rp 500.000.

Seladi memegang uang itu, sambil berkata 'sudah saya pegang, tapi ini saya kembalikan ke anda'. Si pemberi tentu menampiknya.

Seladi tidak hilang akal, ia meminta uang itu disumbangkan kepada anak yatim piatu.

Jalan lain yang dipilihnya untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya adalah menjadi pemulung. Pekerjaan yang ia lakoni sejak tahun 2004.

Atas kuasa Tuhan lagi, usaha itu berjalan lancar.

Sang istri, Ngatiyani mengakui, ekonomi keluarganya terbantu meskipun sang suami menjadi pemulung.

"Saya sempat stres ketika kondisi kami morat-marit, tetapi bapak selalu menguatkan," ujarnya.

Seladi tidak malu menjadi pemulung. Sebab sampah-sampah yang dibuang itu mengandung rezeki.

Yang penting baginya, pekerjaan sampingannya tidak mengganggu pekerjaan utamanya sebagai polisi.


sumber : suryamalang
Sempat Hebohkan Dunia Maya, Begini Nasib Bripka Seladi Sekarang Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Teuku Opa Ardiansyah

0 komentar:

Posting Komentar