Related Rasa Cinta yang Berubah : Rasa Cokelat Saat Pacaran dan Vanila Setelah Menikah | INTISARI9 Rasa Cinta yang Berubah : Rasa Cokelat Saat Pacaran dan Vanila Setelah Menikah | INTISARI9

Rasa Cinta yang Berubah : Rasa Cokelat Saat Pacaran dan Vanila Setelah Menikah



IntiSari9 - Bagi kamu yang sedang menjalani hubungan serius dan hendak ke janjang pernikahan, jangan kaget kalau ada perubahan-perubahan “rasa cinta” yang akan kamu dan pasangan alami pasca menikah. “Rasa” bukan tentang besar atau kecilnya tingkat cintamu terhadap pasangan, tapi ikatan pernikahan akan mengubah pandangan dan cara berfikir kamu dan pasangan tentang sebuah hubungan.

Yang waktu pacaran rasa coklat, setelah menikah rasanya berubah jadi vanila. Keduanya tetap enak kok, kalau dinikmati berdua. Apa saja perubahan rasanya? Berikut ulasannya:

1. Menerima, tidak merubah sepenuhnya, tapi saling menyesuaikan.​

Pasca menikah, semua yang ada dalam diri pasangan haruslah dapat diterima, sekalipun itu berkaitan dengan kebiasaan atau sifat-sifat buruk. Berbeda ketika pacaran, kalau kamu tidak suka dengan suatu hal terkait pasangan, kamu bisa saja langsung mengatakan putus. Tapi tidak begitu dengan hubungan pernikahan. Masing-masing pihak harus menyadari untuk saling menyesuaikan diri, agar kehidupan pernikahan bisa terus saling membahagiakan.

Misalnya kebiasaan sehabis bangun tidur pasangan yang pemalas dan jorok. Melihat kebiasaannya itu, kamu tidak boleh langsung marah-marah dan memaksanya untuk segera berubah. Hal yang harus kamu lakukan adalah katakan padanya bahwa dia harus mulai hidup lebih rapi dan bersih.

Kamu pun harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut sambil memberinya waktu untuk memperbaiki kebiasaan tersebut. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan kamu dan pasangan pun akan bertemu pada sebuah kesepakatan bersama (titik tengah), yang dapat ditorelir dan membuat nyaman kedua belah pihak.

Contoh lainnya, masalah penampilan. Jangan kaget ketika melihat wajah istrimu tanpa make up dengan rambut yang berantakan, atau para suami yangsehari-hari hanya memakai kaos dalam dan celana pendek.

2. Kemesraan cukup buat berdua.

Ketika kamu pacaran, mungkin kamu tak canggung untuk berpegangan tangan, merangkul, atau bahkan berciuman di tempat umum. Kemesraan-kemesraan seperti itu seringkali didasarkan atas alasan pengungkapan rasa cinta dan gelora jiwa muda yang sedang menggebu-gebu.

Namun hal ini akan berbeda ketika kamu telah menikah. Lambat laun kamu dan pasangan akan mengurangi tingkat kemesraan di depan umum. Bukan berarti hubungan pasca menikah tidak mesra lagi lho! Kemesraan pasca menikah memiliki tempatnya sendiri, tempat yang lebih privat.

Maka dari itu tak heran sering adabeda pendapat antara orang tua (orang yang sudah menikah) dengan anak muda mengenai kemesraan di depan umum. Ujung-ujungnya, para anak muda akan mengatakan“Kalian juga pernah muda, jadi biarkanlah kami menikmatinya dulu”.

3. Orientasi masa depan.

Pemikiran setelah pernikahan haruslah lebih dewasa dibanding saat pacaran. Jika saat pacaran cenderung hanya dihabiskan untuk bersenang-senang, seperti jalan-jalan, makan di restoran, atau nonton di bioskop, setelah menikah harus dipikirkan tentang pengaturan ekonomi keluarga.

Buat kesepakatan siapa yang diserahi tugas untuk mengatur keuangan keluarga. Atur juga alokasi-alokasi pengeluaran baik jangka pendek ataupun jangka panjang, yang tentunya disesuaikan dengan pemasukan keluarga. Apalagi kalau kau dan pasangan memiliki rencana punya anak, tabungan masa depan pun harus segera disiapkan sejak awal.


sumber : idntimes
Rasa Cinta yang Berubah : Rasa Cokelat Saat Pacaran dan Vanila Setelah Menikah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Teuku Opa Ardiansyah

0 komentar:

Posting Komentar