Related Sedang Sakit Parah di Rumah Sakit, Anak SD DIPAKSA ikut Ujian Nasional, Akhirnya.. | INTISARI9 Sedang Sakit Parah di Rumah Sakit, Anak SD DIPAKSA ikut Ujian Nasional, Akhirnya.. | INTISARI9

Sedang Sakit Parah di Rumah Sakit, Anak SD DIPAKSA ikut Ujian Nasional, Akhirnya..



IntiSari9 - Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar walau sudah diubah menjadi Ujian Sekolah namun masih dianggap sangat sakral, berapa tidak? Ujian Sekolah yang katanya diselenggarakan oleh Pemda setempat itu tidak lagi mempertimbangkan rasa kemanusian bagi para peserta ujiannya.

Ujian Sekolah yang berlangsung dari tanggal 16 sd 18 Mei 2016 meninggalkan kisah miris. Ini adalah kasus seorang anak yang sedang diopname di rumah sakit ini dipaksa ikut Ujian. Bagaimana kejadiannya? Berikut adalah tulisan Gene Netto seorang Pengajar asal Selandia Baru yang telah menetap di Jakarta sejak tahun 1995.

Apa ini menjadi bukti rusaknya sistem pendidikan di negara ini? Seorang anak SD yg sakit dgn demam berdarah DIPAKSAKAN ikut Ujian Nasional di rumah sakit. (Update: Ternyata itu Ujian Daerah, tapi masih disebutkan UN oleh semua guru. Jadi guru sekolah dan Pemda Depok yg katakan ujian itu wajib dikerjakan, walaupun sakit). Orang tua minta tidak usah ikut ujian, ditolak. Minta ditunda smp sehat, ditolak. Kata sekolah, mereka "tidak tahu caranya" menunda Ujian Nasional yang amat sakral.

(Mungkin kl sudah koma atau mati, baru bisa dapat dispensasi). Ya sudah. Datanglah 3 petugas: Guru sekolah, guru pengawas, dan petugas dinas pendidikan Pemda Depok. Mrk dibayar utk duduk di kamar dgn satu anak selama 2 hari, hanya supaya dia bisa ikuti ujian yang "katanya" bukan syarat kelulusan, dan "katanya" hanya utk pemetaan kualitas pendidikan nasional. Kalau benar hanya utk pemetaan, kenapa nilai dari SATU anak SD begitu penting? Tidak masuk akal. (Update: Katanya Ujian itu 40% dari nilai kelulusan di Depok. Jadi wajib ikut, dan sepertinya sekolah tidak mau repot menunda kl masih bisa paksakan tepat waktu).

Setelah selesaikan ujian, anak yang malang itu masuk ICU dalam keadaan sangat lemas. Hari ketiga, guru dan petugas datang lagi, dan mau suruh ujian lagi, tapi karena sudah tidak kuat, orang tua baru menolak dgn tegas. (Lalu baru dijelaskan oleh gurunya bahwa sebenarnya boleh ujian susulan, tapi minta anak difoto dulu sebagai "bukti" dia sakit.) Sekarang masih di ICU, lemas, sesak nafak, detak jantung turun, tensi darah tinggi, tidak makan utk 4 hari.
Sayangnya, hanya proyek pemerintah dan pemda yang penting dan mau dijaga, padahal seharusnya ANAK INDONESIA yang dinilai penting dan perlu dijaga!! (Proyek UN yg bernilai 600 milyar lebih bermanfaat kl digunakan utk beli buku sekolah!!)

Semoga suatu hari anak Indonesia bisa dapat kualitas pendidikan paling tinggi di dunia. Tapi selama 100 juta orang tua, 60 juta siswa, dan 3 juta guru diam dan "nrimo", saya tidak tahu bagaimana bisa terwujud. Semoga segera terjadi perubahan: Stop Ujian Nasional dan kurangi semua ujian sekolah yang lain!

Tambahkan ttg anak itu. Habis ujian dua hari senin-selasa, di hari rabu 3 petugas dtg lagi. Guru sekolah, pengawas dan Dinas Pendidikan. Mrk mau paksakan ujian hari ketiga. Bapak menolak. Anak sudah terlalu pusing dan tidak bisa berpikir. Baru guru mengaku, sebenarnya ada jadwal susulan. Jadi boleh ditunda. Tapi mrk minta masuk dan foto utk barang bukti yg bisa dikasih ke Dinas Pendidikan bahwa anak itu memang sakit. Walaupun org disdik hadir. Jadi habis ambil foto, mrk pergi dan anak langsung masuk ICU smp skg. Orang tua dikasih tahu ujian itu 40% dari nilai kelulusan, jadi kl tidak ikut, maka ulangi 1 tahun sekolah. Tidak dikasih izin utk ujian susulan. Hari pertama kuat, kedua lemas, ketiga masuk ICU. Orang tua tidak menyangka akan dpt hasil seberat itu. Hanya dilakukan krn tidak boleh ujian susulan

Apa kata Kemdikbud terkait UN yang dipaksakan tersebut? Pihak Kemdikbud mengatakan itu bukan UN (walaupun orang tua anggap UN). Dari 2014 UN utk SD tidak ada, diganti Ujian Daerah, jadi Pemda DKI yang mewajibkan.
Satria Dharma, Dewan Pembina Ikatan Guru Indonesia yang sejak lama menolak UN ini mengatakan,”ini seperti kerasukan Unas. Kemdikbud pasti tidak ingin disalahkan dengan adanya penyimpangan atau ekses UN seperti ini. Saya yakin…!” katanya geram.


sumber : gracedevs
Sedang Sakit Parah di Rumah Sakit, Anak SD DIPAKSA ikut Ujian Nasional, Akhirnya.. Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Teuku Opa Ardiansyah

0 komentar:

Posting Komentar