Related Masih Ingat Buku 'Ini Budi'? Inilah Sosok Pengarang Buku Itu di Usianya yang Sudah Senja | INTISARI9 Masih Ingat Buku 'Ini Budi'? Inilah Sosok Pengarang Buku Itu di Usianya yang Sudah Senja | INTISARI9

Masih Ingat Buku 'Ini Budi'? Inilah Sosok Pengarang Buku Itu di Usianya yang Sudah Senja



IntiSari9 - "Ini Budi, ini ibu Budi, ini bapak Budi." Bagi Anda yang duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar (SD) antara tahun 1980-1990an, kalimat tersebut mungkin tidak asing di telinga.

Ya, kata-kata Budi dan keluarganya digunakan para guru untuk mengajari muridnya membaca. Siti Rahmani Rauf adalah sosok di balik kalimat populer ini.

Ia membuat pembelajaran buku paket kelas 1 SD dengan metode Struktur Analitik Sintetik (SAS) bersama rekannya pada tahun 1980-an. Hampir semua sekolah di Indonesia menggunakan pedoman itu dan masih tetap populer sampai sekarang.

Saat ini, sang pembuat buku sudah berusia 97 tahun. Siti tinggal di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Saat ini, ia lebih banyak berbaring di tempat tidur. Ia pun sudah tak dapat berbicara panjang lebar.
Sehari-hari, perempuan yang sangat berjasa di dunia pendidikan itu ditemani oleh putrinya yang bernama Karmeni Rauf (63).

"Iya ini nenek yang buat Ini Budi," kata Siti pelan.

Meskipun sudah renta, tetapi semangat Siti tak pernah luntur. Di usianya sekarang, ia masih sering membaca novel-novel Belanda.

Biasanya, Siti bangun di tengah malam untuk membaca, lalu tidur di siang harinya. Menurut penuturan Karmeni, ibunya sering kali mengigau ingin mengajar di malam hari.

"Ayo siapin baju, Ibu mau ngajar. Ayo anak-anak kerjain PR, kerjain tugas, jangan bandel ya," ujar Karmeni menirukan igauan ibunya.

Siti yang dilahirkan di Sumatera Barat menjadi guru di daerah tersebut mulai tahun 1938 sampai 1953. Kemudian pada tahun 1954, ia pindah ke Jakarta bersama suami dan anak-anaknya sampai sekarang.

Terkait dengan pembuatan buku Ini Ibu Budi, Karmeni menuturkan bila itu berdasarkan permintaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud). Saat buku selesai dicetak, ia ditanya ingin meminta bayaran berapa.

Namun, Siti tak mau dibayar dengan uang karena hanya ingin berangkat haji. Ia memang cinta dengan dunia pendidikan dan mengutamakan agama dibanding materi.

Siti dan anaknya masih berharap buku itu dipakai kembali untuk mengajar membaca anak-anak SD.

"Sayang lho, saya saksinya kalau buku ini benar-benar membantu. Anak kelas satu itu yang penting bisa baca dulu. Sekarang belum-belum diajarkan ilmu pengetahuan yang berat," urai Karmeni.


sumber : tribunnews
Masih Ingat Buku 'Ini Budi'? Inilah Sosok Pengarang Buku Itu di Usianya yang Sudah Senja Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Teuku Opa Ardiansyah

0 komentar:

Posting Komentar